BeritaBirokrasiTerkini

Festival Dolanan YOK ke 3 Di Ponpes Bayt Al-Hikmah, Ditutup Wakil Walikota

142Views

PASURUAN, siaranpublik. com

Festival Dolanan Yok Ke 3 yang diselenggarakan selama 2  hari (Sabtu-Minggu,  26/27/1/2019), resmi ditutup oleh Wakil Walikota, Raharto Teno Prasetyo. Festival dolanan ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, Kelurahan Krampyangan, Kecmatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Dalam festival ini melombakan sekitar 13 macam bentuk permainan. Diantaranya, engklek/bendan, sodor, egrang, lompat tali, klompen berkelompok, tumpeng polo pendem, bola tembak, jarik suwun tampah, dan lain-lain.  Pesertanya siswa setingkat SD sebanyak kurang lebih 600 orang.

Dalam kesempatan ini hadir, Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. Ismail Hasani, Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf, Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Bahrul Ulum, Pengasuh, Ketua, Pengurus Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, Kepala Dinas Terkait, para wali santri dan  para santri.

Tujuan diadakan lomba ini adalah membentuk ikatan persaudaraan. Pondok Pesantren, terbuka untuk masyarakat sehingga ikatan terus dibangun sesama warga di Pasuruan dan Indonesia. Disamping itu, festival Dolanan YOK sudah menyatu dan tidak ada perbedaan.

Diharapkan kepada masyarakat, agar tidak terpancing Hoax (berita bohong), fitnah sehingga bisa menimbulkan adu domba. “Oleh karena itu, mari kita jaga keutuhan Bangsa Indonesia. Tetap bersatu dan solid. Pondok Pesantren membangun kebersamaan, komunikasi dan peduli terhadap masyarakat dilandasi dengan semangat persatuan sehingga tujuan pendidikan bisa baik dan sukses,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, KH. Idris Hamid.

Sementara, Wakil Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, ST berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta dapat menyalurkan kreatifitasnya dalam kegiatan yang positif dan terhindar dari hal-hal yang negatif, seperti narkoba. Masa depan bangsa dan negara ini tergantung pada kualitas para generasi mudanya.

“Marilah kita bersama-sama mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Dengan permainan tradisional ini perlu dilestarikan kepada anak-anak karena permainan tersebut dapat melatih interaksi sosial, kerjasama, kreatifitas dan melatih emosi anak,” kata Wakil Walikota.

Teno mengatakan, memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak agar tidak ditinggalkan sehingga permainan tradisional ini dapat menjadi identitas kearifan lokal anak-anak Indonesia.  (zaelani)

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply