BeritaTerkini

Gagal Panen, Durian Lampung dan Bali Banjiri Desa Kronto,Lumbang

118Views

PASURAN, siaranpublik.com

Buah Durian asal Lampung satu bulan belakangan telah membanjiri Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Hampir setiap hari ada 2 sampai 3 truk besar durian Lampung datang ke desa penghasil durian ini. Banyaknya durian Lampungvtersebut memang dikulak oleh para pedagang durian asal Desa Kronto.

Maklum, tahun ini Desa Kronto gagal panen. Hitungannya, tahun lalu di desa dataran tinggi ini mampu produksi hingga 150 ribu – 200 ribu biji durian. Sedang tahun ini hanya mampu produksi hanya kisaran 50 ribu buah saja. Penyebab gagalnya panen, karena musim kemarau yang panjang.

Sehingga merusak bunga durian. “Bunga yang belum jadi buah lebih dulu rontok karena karing,” jelas Kades Kronto, Arifin didampingi Kasun, Khusaeri dan Sekdes Kronto. Kata Kades, dengan minimnya panen otomatis juga mematikan mata pencaharian warganya.

Jalan alternatif, terpaksa mencari buah durian dari luar Pasuruan. Yaitu, durian asal Bali atau durian asal Lampung. Walau para pedagang mengambil durian asal luar pulau, tapi harganya tidak jauh beda dengan harga durian asli Kronto.

Yang membedakan memang rasanya. Durian Kronto rasanya lebih unggul. Legit, punel dan nyaman. Warna juga kekuning-kuningan. “Harga ada antara Rp 50 Ribu – Rp 120 Ribu untuk durian ukuran besar,” papar Kades. Imbuhnya, jumlah pedagang durian asal desanya mencapai 190 orang.  Mereka berjualan menyebar ke Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan Kota, Bangil dan sebagian Probolinggo. (zaelani)

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply