BeritaPolitikTerkini

Protes DPT Ganda, PMII Usung Keranda Ke Depan Kantor KPU Kota Pasuruan

155Views

PASURUAN, siaranpublik.com

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STIT PGRI Pasuruan dan Komisaris Stais Pasuruan berunjuk rasa ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pasuruan di Jl. Panglima Sudirman,  Jumat (18/01/2019) siang.

Puluhan pengunjuk rasa menuntut agar KPU segera menyelesaikan masalah daftar ganda di Daftar Pemilih Tetap (DPT ). Mereka bergantian melakukan orasi di gerbang kantor KPU dan menyampaikan lima point tuntutan mereka. Yaitu, meminta KPU Kota Pasuruan segera menyelesaikan masalah DPT ganda. Kedua, KPU beserta jajarannya harus bekerja lebih giat lagi. Ketiga, KPU harus menyampaikan penyelesaian DPT ganda secara terbuka kepada publik. Keempat, KPU harus bekerja lebih keras terkait data. Dan terakhir, KPU harus lebih intens berkoordinasi dengan lembaga terkait.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa membawa keranda sebagai simbol matinya KPU sebagai penyelenggara pemilu. Dan mengingatkan KPU untuk bertanggung jawab akan matinya demokrasi jika masalah ini tidak tersekesaikan. “KPU harus segera menyelesaikan masalah DPT ganda ini. Jika tidak, Komisioner KPU harus bertanggung jawab atas matinya demokrasi dan adanya kemungkinan kisruh politik di Pasuruan,” teriak Badrudin Zuhri, koordinator aksi.

Aksi massa mahasiswa ini ditemui oleh dua orang Komisioner KPU, Sofyan Sauri dan Mulyadi di depan gerbang kantor KPU. Keduanya berusaha menjelaskan proses terjadinya DPT. “Saya menghargai aspirasi anda semua, Namun DPT sudah ditetapkan. Saat proses penyusun DPT, mulai dari penyusunan DPS, DPTHP sampai jadi DPT, anda semua kemana. Mengapa tidak mengawal dari awal. kenapa baru sekarang,” tanya Sofyan Sauri kepada para pendemo.

Selama satu jam beraksi, masa mahasiswa membubarkan diri dengan tertib, setelah menerima penjelasan komisioner KPU yang berjanji akan terus mencari dan diduga Dpt ganda. Dan akan memberi tanda pada NIK yang diduga ganda disaat pencoblosan nanti, serta melarang yang bersangkutan untuk melakukan pencoblosan akan mematikan demokrasi di Indonesia.

Pengunjuk rasa meminta KPU untuk bertanggung jawab di depan publik dan KPU harus netral. Pengunjuk rasa membawa keranda sebagai simbul matinya KPU sebagai penyelenggara pemilu. Pengunjuk rasa meminta komisioner KPU menjelaskan secara terbuka terkait dengan persoalan DPT ganda. Awalnya Komisioner menolak menjelaskan hal ini di luar kantor, namun pengunjuk rasa tetap memaksa, akhirnya dua Iran komisioner KPU bersedia keluar dan menjelaskan perkara DPT ganda.

Wartawan : mulyo p

Redaksi.      : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply