BeritaBirokrasiTerkini

TP4D Tunggui Proyek Alun-alun Rp 5,5 M, Seng Penutup Jadi Tarik Ulur

107Views

siaranpublik.com, PASURUAN

Tim Pengaman Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) turun langsung mengawasi proyek Taman Alun-Alun Kota Pasuruan senilai Rp 5,5 M.  Proyek ini dianggap selesai atau rampung sesuai dengan perencanaan.

Justru yang sempat jadi tarik ulur adalah pembukaan seng keliling penutup pelaksanaan proyek. Ini kaitannya dengan malam tahun baru yang tinggal beberapa hari lagi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan beberapa tokoh masyarakat menghendaki seng penutup ini dibuka sekarang. Alasannya, karena pekerjaan sudah selesai.

Sementara pihak rekanan PT Lansekap Karya Abadi meminta agar jangan dibuka dulu. Argumennya, kalau dibuka tidak menjamin keamanan seluruh garapannya jika malam tahun baru nanti. Massa yang tumplek blek di pusat kota dipastikan akan berkumpul di Alun-alun. Apalgi melihat wajah alun-alun yang sudah bagus seperti itu.

“Di beberapa titik ada barang-barang yang ada di taman Akun-alun harganya mahal. Ada matras dari poltek yang mudah terbakar. Kena api rokok saja bisa terbakar. Bagaimana keamanannya bunga-bunga yang ada dan masih banyak lainnya barang-barang yang harus dijaga, ” papar Yudie Ariyanto, SH, Ketua TP4D yang juga Kasi Intel Kejari Kota Pasuruan.

Kata Yudi, jika kalkulasi kerugian pasca tahun baru bisa diperkirakan minim atau dalam hitungan jutaan (tidak sampai puluhan juta) tidak apa-apa. Tapi yang harus dipertimbangkan kakau dibuka nanti ternyata rekanan harus rugi hingga puluhan dan bahkan ratusan juta, ya perlu dipikirkan lebih mendalam.

Diakui Yudi, jika memang seng keliling penutup alun-alun tidak dibuka, memang ada kesan kalau proyek belum selesai. Padahal kenyataan proyek sudah rampung.

Ada dua pilihan. Apakah dibuka atau tetap ditutup hingga selesai tahun baru.  Keduanya sama-sama punya argumen. Diakui pula oleh Yudi, masih ada pekerja karena memang ada pekerjaan tambahan diluar perencanaan yang harus diselesaikan. Contoh, kabel-kabel yang nongol diluar, TP4D minta supaya ditata rapi.

Kemudian ada permintaan agar dibuatkan tong sampah. Di perencaannya memang tidak ada. “Masak tidak ada tong sampahnya.  Maka itu saya minta supaya dibuatkan tong sampah, ” ujar Yudi.

Sementara pantauan lapangan, kualitas pekerjaan masih dipertanyakan. Dari pengamatan lapangan, tidak ada perubahan yang mencolok. Air mancur tetap air mancur lama. Yang ada hanya tambahan di sekeliling tugu. Disitu diberikan tempat duduk-duduk semacam badukan. Tambahan baru lainnya berupa lampu kedap-kedip warna-warni. Yang patut dipertanyakan adalah HPS (harga perkiraan sendiri)  dan perencanaan proyek ini, hingga harus menghabiskan anggaran Rp 5,5 M lebih.  (zaelani)

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply