BeritaBirokrasiTerkini

Dialog Ketua RT/RW dan Tomas, Wawali Kota Pasuruan, Diwaduli Soal Buruknya Layanan RSUD Purut

337Views

siaranpublik.com, PASURUAN

Ketua RT/RW dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan bertatap muka langsung dengan Wakil Wali Kota Pasuruan dalam acara “Dialog Interaktif Wakil Wali Kota Pasuruan Dengan Ketua RT/RW dan Tokoh Mayarakat se-Kecamatan Gadingrejo” di pendopo Kecamatan Gading Rejo Kota Pasuruan, Rabu (28/11/2018) malam,

Acara interaktif ini berlangsung gayeng dengan bermacam pertanyaan, usulan dan masukan seputar pelayanan pemerintah dan isu yang berkembang saat ini. Wakil Walikota Pasuruan bersama jajaranya, dalam sesi tanya jawab, langsung dihajar pertanyaan tentang buruknya pelayanan rumah sakit dr. R Soedarsono,

Misal, pengalaman seorang ketua RT di Kelurahan Gentong yang mengantar warganya ke UGD rumah sakit Purut. Dua kali ia mengantar warganya ke UGD, pelayanan yang diterima tetap sama. Penanganan UGD sangat lamban. Hingga muncul pertanyaan, Apakah dokter di UGD kurang profesional ?

Kekosongan obat juga menjadi pertanyaan warga. Di rumah sakit Purut, pasien peserta BPJS sering harus beli obat paten yang diresep dokter dengan alasan obat generik kosong.

Ada lagi pengalaman pribadi salah seorang Ketua RT di Kelurahan Gadingrejo yang berobat ke salah satu poli. Oleh dokter poli, ia diberi resep obat paten, tapi ia minta obat generik, dokter tersebut kemudian dengan nada tinggi berkata.  “Bapak kepingin cepat sembuh atau tidak,” bentak seorang dokter.

Hingga muncul pertanyaan, apakah obat generik kwalitasmya dibawah obat paten ? dan banyak pertanyaan lainnya seputar pelayanan rumah sakit.

Mendengar wadulan  warga tersebut, Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo berjanji akan memperbaiki pelayanan di rumah sakit. Namun Teno, panggilan akrabnya, juga minta pada masyarakat, agar memberi informasi berdasarkan fakta bukan hoax.

“Saya akan perbaiki pelayanan RSUD dr. R Soedarsono sampai menuju pelayanan prima. Tapi saya minta tolong, informasi panjenengan harus berdasarkan fakta bukan hoax, ” tegas Teno. Teno juga melarang dokter menjadi sales obat.

Kesempatan ini juga digunakan sosialisasi program pemerintah ditahun anggaran 2019 mendatang.  Diantaranya, program kepesertaan BPJS kesehatan bagi warga Kota Pasuruan. “Tahun 2019 pemerintah menarget 95,5% warga Kota Pasuruan sudah terkaver BPJS dengan fasilitas kesehatan kelas -3. Dan prosesnya tidak berbelit, khusus warga Kota Pasuruan yang sudah memiliki E-KTP, ” jelas Teno.

Di sektor pendidikan, program tahun 2019 semua siswa yang beragama Islam khususnya, wajib bisa baca Alquran. Program ini bertujuan untuk membangun akhlak generasi muda yang semakin terdegradasi modernisasi.

“Untuk itu pemerintah menyiapkan 1280 guru ngaji yang diberi honor penuh, ” kata Suhariyanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan.

Lanjut Hariyanro, pemerintah menganggarkan hampir 300 komputer untuk semua SMP Negeri, dalam rangka mendukung progran ujian nasional berbasis komputer. “Untuk itu wali murid tidak perlu urunan lagi, semuanya sudah ditanggung pemerintah. Jika ada sekolahan yang narik urunan, laporkan saya, ” tegasnya.

Wartawan : mulyo p.

Redaksi .     : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply