BeritaBirokrasiTerkini

Tanah Kas Desa Bulusari Yang Dikeruk Dan Dijual, Kini Ditangani Kejaksaan Bangil

203Views

Siaranpublik.com, PASURUAN

Sengketa pengerukan tanah kas desa sebagai tambang sirtu, di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kini ditangani Kejaksaan Negeri Bangil.

Dalam penanganan sengketa lahan tersebut, pihak kejaksaan mendatangkan ahli geodesi dari ITN, Malang serta dari pihak agraria (BPN).

Menurut informasi yang didapat, tanah kas desa mempunyai luas diperkirakan mencapai 2,4 Ha. “Tanah kas  desa diperkirakan memiliki luas 2,4 Ha. Yang telah dikeruk dan di jual diperkirakan mencapai luas 50 meter, panjang 100 meter serta tinggi 18 meter, ” terang Yusuf, Kasun Desa Bulusari.

Kemudian untuk melengkapai pulbaket pihak kejaksaan mematok tanah kas desa yang diduga telah dikeruk dan dijual belikan. “Kami masih mendalami kasus ini, penyegelan ini hanya untuk membantu proses penyidikan agar tidak mengalami kendala,” jelas Denny Saputra, Kasi Pidsus Kejari Bangil.

Menurutnya, kasus ini masih belum ada tersangka. Pihaknya hanya melakukan pengukuran luas tanah yang telah dikeruk dan dijual.

“Kita menunggu hasil dari geologi serta agraria. Kalau kita sudah terima laporan baru kita bisa menentukan  kerugian negaranya,” ungkapnya. Kalau meihat persoalan yang terjadi, imbuhnya,  ada unsur tindak pidana umum untuk menjerat pelaku.

Untuk menentukan siapa tersangkanya, masih butuh penelidikan dan penyidikan.  Disamping itu, pihaknya juga menunggu hasil dari pihak geologi dan agraria.

Wartawan : sasmita

Redaksi.       : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply