BirokrasiPariwisataTerkiniWisata

Batu Pecahan Candi Ditemukan Di Bawah Water Tower Alun-Alun Kota Kota Pasuruan

347Views

Siaranpublik.com, PASURUAN

Batu diduga pecahan candi ditemukan di areal bekas Kantor Dishub Kota Pasuruan, Jl Alun-alun Utara, tepatnya dibawa Water Tower. Ada tiga bongkahan batu terletak di sebelah selatan kantor tersebut. Ketiga batu candi ini ditemukan oleh Rachmad Cahyono,  Ketua Paguyuban Satrio Suropati bersama anggotanya.

Kamis (8/11/2018) pagi, batu ini akan diselamatkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan. “Kita amankan lebih dulu batunya.  Batu ini akan kita letakkan di Kantor Diknas Jl Sunan Ampel, Kota Pasuruan, ” jelas Wasis, Sekretaris Diknas Pemkot Pasuruan.

Diakui Wasis, ketiga batu candi ini merupakan yang pertama kali ditemukan di wilayah Kota Pasuruan. Karena ini merupakan cagar budaya, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Cagar Budaya Propinsi Jatim yang ada di Pasuruan.

Banyak hal yang nantinya akan dilakukan bersama dengan pihak cagar budaya, paguyuban dan dinas sendiri.  Salah satunya, kaitan dengan adanya kemungkinan di lokasi temuan masih banyak pecahan batu candi. Apakah akan terus digali ataukah akan dilakukan penyelidikan dan penelitian dengan melibatkan arkeolog.

“Apalagi Kota Pasuruan sendiri sebagai kota pusaka, tentu cagar budaya semacam ini jelas sangat punya arti. Untuk itu, karena ini awal bagi kami,  maka nantinya akan kita buatkan payung hukumnya agar ke depan bisa bergerak bebas, ” lanjut Wasis.

Jenis batu yang sekarang dalam proses diamankan ini adalah Andesit. Batu candi. Saat ditemukan dalam posisi berpencar. Satu berada di sebelah pojok, satu lagi berada di sisi selatannya. Sedang satu lagi berada di sebelah timur.

Sementara menurut Solikin,  dari Dinas Cagar Budaya Propinsi Jatim di Pasuruan, langkah pertama adalah mengamankan temuan ini dulu. “Setelah itu baru kita akan lakukan penelitian dengan kerja sama arkeolog, ” jelas Solikin.

Rachmad Cahyono, Ketua Paguyuban Satrio Suropati Pasuruan Raya, mengaku sangat berterima kasih sekali terhadap kepedulian Diknas Kota Pasuruan dan Cagar Budaya Jatim. “Ini langkah yang baik. Saya mendapat perhatian semacam ini saja sudah sangat bersyukur. Marilah kita bersama membangun Pasuruan dengan tidak menghilangkan sejarah, kultur budaya dan seni,” ujar Yono sapaan akrabnya.  (zaelani)

 

 

 

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply