BeritaBirokrasiTerkini

Wakil Warga Jl Mas Masyur, Kota Pasuruan, Protes Proyek Tol Gempas Ke Dewan

124Views

Siaranpublik.com, PASURUAN

Sejumlah warga pemilik rumah dan usaha di pinggir jalan sepanjang Jl. KH.  Mas Mansyur wadul ke DPRD Kota Pasuruan,  terkait dengan dampak jalan tol Gempas (Gempol – Pasuruan), Kamis (01/11/2018).

Mereka diterima Ketua Dewan, H. Ismail Marzuki Hasan. Hadir juga perwakilan pemerintah dari Dinas PUPR dan Dinas Perkim. Dalam audensi ini, perwakilan warga melaporkan keluhannya terhadap dampak pembangunan proyek tol Gempas.

Keluhan yang dirasakan warga adalah debu dan jalan rusak berlobang. Seperti yang diutarakan
A. Khusyairi, masyarakat yang rumahnya di pinggir jalan. Dalam setahun ini sangat menderita karena debu yang beterbangan. Akibatnya, banyak warga yang mengeluh sakit iritasi hidung dan tenggorokan serta sesak nafas. Kecelakaan di sepanjang jalan ini belakangan sudah ada sekitar 36 kali.

“Banyak warga yang mengeluh sakit pusing, flu berkepanjangan dan sesak nafas. Penyebabnya, karena selama setahun kami menghirup udara kotor. Rumah kami kotor penuh debu ditambah suara deru kendaraan besar milik proyek tol yang mengganggu kenyamanan kami. Pokoknya selama ini kami tidak bisa hidup nyaman, ” keluh A. Khusyaeri.

Suparji warga lainnya menambahkan, akibat debu yang berterbangan, sangat mengganggu usaha warga. Rata-rata warga buka warung makanan dan usaha kecil lainnya. “Kami bamyak kehilangan pembeli yang enggan ke tempat kami karena debu dan jalan berlubang. Saya sendiri memilih pindah ketempat yang lebih nyaman walaupun harus sewa, ” keluhnya.

Warga sebenarnya tidak menuntut macem-macem. Warga tahu proyek tol adalah proyek syrategis naisional. Tapi warga juga punya hak untuk hidup nyaman. Faktanya, semua masyarakat merasakan betul dampaknya. Walaupun dampak langsungnya adalah jalan berlubang dan debu, namun efeknya juga ke usaha warga yang sekarang mengalami kerugian besar karena masyarakat sudah tidak nyaman berkunjung ke warung milik warga.

“Kami ingin direlokasi untuk sementara waktu ke tempat yang lebih nyaman. Namun jika pelaksana tol keberatan, tolong cari solusi yang baik untuk kami, ” tegas A. Khusyaeri.

Kondisi jalan rusak parah dan berdebu juga mengganggu ribuan siswa sekolah yang menimba ilmu di SMPN 8, SMPN 9, SMKN 2 dan SMK PGRI 4. Setiap hari para siswa ini berjuang ekstra keras untuk menaklukan jalan penuh lubang. “Tidak sedikit mereka mengalami kecelakaan terjerembab ke lubang. Setiap hari mereka harus menghirup udara kotor yang berdampak pada kesehatannya dan yang jelas akan mengganggu konsentrasi belajarnya,” ujar H. Djakfar.

Lanjut Djakfar, sepanjang jalan ini jarang sekali disiram oleh pihak tol, sehingga debu bebas beterbangan kesana kemari. Selama ini warga tidak tahu siapa yang bertanggung jawab perkara ini.

Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. Ismail Marzuki Hasan menampung keseluruhan wadulan warga. Karena dalam audensi ini tidak dihadiri pelaksana tol.  H. Ismail meminta waktu hari Selasa pekan depan akan digelar audensi kembali.

“Sekarang ini audensi tidak bisa dilanjutkan karena pelaksana tidak hadir. Sedangkan posisi dewan hanya tembusan, Untuk itu, Selasa depan DPR yang akan undang stakeholder tol,” tegasnya.

Wartawan : mulyo p.

Redaktur .  : zaelani

 

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply