BeritaBirokrasiTerkini

PPK Dinas Sumber Daya Air Tak Punya Nyali Menghentikan dan Bongkar Proyek Yang Mendahului SPK

159Views

Siaranpublik.com, PASURUAN

PPK (Pejabat Pembuat Komitmen)  Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang atau dulu dikenal dengan sebutan Dinas Pengairan, tidak punya nyali untuk menghentikan sejumlah proyek PL (Penunjukan Langsung) yang sudah digarap kontraktor tanpa SPK (Surat Perintah Kerja). Alasan PPK dinas,  Jujuk SW,  SE, tindakan penghentian merupakan sikap arogansi.

“Kalau dihentikan dan bangunan yang sudah ada dibongkar kok rasanya sangat arogan. Terus terang, saat saya gelar meeting di hadapan para kontraktor sekitar Jumat lalu sudah, saya wanti-wanti agar para pelaksana jangan menggarap dulu sebelum SPK turun, ” ujar Jujuk yang seakan melimpahkan kesalahan kepada para kontraktor.

Diakui, SPK baru turun sekitar Senin kemarin.  Dalam SPK tersebut sekaligus tercantum SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja). Masih kata Jujuk, dirinya juga mengakui tidak turun ke lapangan untuk melihat bakal pekerjaan yang telah dibagikan kepada para kontraktor.

Jujuk yakin, tidak ada kontraktor yang mendahului kerja sebelum menerima SPK – nya. Kemungkinan, kata Jujuk, para kontraktor baru menyiapkan material di lokasi proyek. Setelah SPK dan SPMK diterima, mereka langsung kerja.

Alibi Jujuk selaku PPK sangat kontradiktif dengan kenyataan di lapangan.  Sudah banyak kontraktor yang mengerjakan pekerjaannya. Pantauan di lapangan, ada pekerjaan yang sudah berjalan seminggu, 2 minggu dan bahkan 1 bulan.  Hasil pekerjaannya yang tanpa didasari SPK ini, sudah berjalan antara 30 persen hingga 80 persen.  Bahkan ada sebagian lainnya yang sudah selesai.

Contoh proyek plengsengan di Lingkungan Gombyok, Kelurahan Lumpang Bolong,  Kecamatan Bangil. Proyek ini sudah berjalan sekitar 40 persen. Lalu proyek plengsengan di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji. Proyek ini sudah hampir selesai.  Proyek ini adalah proyek lanjutan tahun lalu. Hasil garapannya, kualitasnya  dibawa spek. Maklum, garapan proyeknya tanpa SPK yang otomatis tidak didampingi oleh konsultan pengawas. (zaelani)

 

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply