Terkini

Hampir 2 Bulan Warga Terdampak Proyek Jl Erlangga, Kota Pasuruan, Usahanya Mati Total

212Views

Siaranpublik.com, PASURUAN

Irfan salah satu pedagang mie goreng disudut Jl Airlangga (Wironini), Kota Pasuruan, semakin lengkap. Lebih dari dua bulan ini warungnya tidak disapa pengunjung. Setiap hari Ia berusaha bertahan berjualan demi untuk memyambung hidup. Semakin ia bertahan dengan tetap berjualan, rugi sudah pasti menghadang di depan mata.

Sudah tidak mendapat uang, setiap hari Ia harus membuang makanan yang sudah basi. “Rugi, itu sudah pasti. Lalu, mau bagaimana lagi,” ucapnya pasrah.

Setiap malam ia hanya duduk merenung menunggui warungnya. Sesekali berharap ada pembeli yang datang. Namun harapan itu sia-sia, karena warungnya terperangkap diantara dua ujung jalan yang ditutup oleh pekerja PT. Multi Razulka Sakti (MRS)

Ia bukannya menolak proyek peningkatan Jl.  Airlangga yang nilainya Rp 17 miliar lebih ini, malah mendukungnya. Tetapi kritiknya, perusahaan pelaksana sendiri yang tidak cermat dengan dampak yang diakibatkannya.

Irfan tidak sendirian menanggung dampak proyek jalan ini. Ada belasan orang lagi mengalami nasib yang sama. Seolah bernyanyi paduan suara, syair dan nadanya sama dalam sebuah lagu yang berjudul “rugi”. Mereka adalah warga yang menutup usahanya karena sepi pembeli, akibat dari dampak proyek peningkatan Jl.  Airlangga.

Abu, salah seorang warga terdampak lainnya, ceritanya lebih nelangsa lagi. Dia terancam tidak bisa berjualan lagi karena modalnya sudah habis untuk dimakan setiap hari. Ia juga terancam kehilangan motor kesayangannya yang setiap hari ia gunakan untuk kulakan ke pasar. Pasalnya tak sanggup membayar cicilan selama dua bulan.

Derita Irfan dan Abu hanyalah cuplikan gambar sengsara warga yang bingung dengan keadaannnya. Terus, mau wadul kemana ? Harapannya adalah kepedulian PT MRS selaku kontraktor pelaksana untuk mendengar jeriran sengsara warga.

Seperti yang diungkap oleh Ilhiam, salah satu warga terdampak, bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah komunikasi dan dialog, Untuk menemukan solusi terbaik. “Lebih baik kalau yang hadir komisaris PT. MRS sendiri biar lebih jelas. Karena ini urusan perut, yang sangat sensitif, ” ungkapnya.

Wartawan : mulyo p.

Redaktur .  : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply