BeritaKriminalTerkini

Mencuri Pohon Mahoni Milik PU, Diduga “Dibekingi” Oknum DPRD dan Oknum PU Kab. Pasuruan

598Views

Siaranpublik.com, PASURUAN

Penebangan pohon perindang di jalan Desa Karangasem, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, yang diduga dilakukan oleh Zainul warga Wonorejo, dilakukan secara liar. Penebangan ini tanpa dilengkapi ijin-ijin dari PU Bina Marga.

Ada dugaan, keberanian Zainul karena ada beking. Yaitu, oknum anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dan oknum PU Bina Marga. Zainul sempat menyebut nama Sugiono, salah satu oknumnya.  Awlanya, Zainul tidak mau membeberkan siapa Sugiono tersebut.

“Memang benar, tidak ada suratnya.  Tapi Saya sudah koordinasi dengan Sugiono, Mas,” kata Zainul sambil mengawasi anak buahnya yang sedang mengusung potongan kayu jenis Mahoni ini ke atas mobil pick up.

Setelah menyebut Sugiono yang dimaksud, Zainul pun berangkat dengan mobil pick upnya. Wartawan media ini  terus mengikuti laju mobil tersebut.  Pick up ini berhenti di halaman rumah Zainul. Seluruh potongan kayu kira-kira berdiameter 30 – 40 Cm itu diturunkan dan diletakkan di samping rumahnya.

H.  M.  Yasin dari anggota LSM Penjara Indonesia yang melihat langsung praktek Zainul, langsung menanggapi.  Kata Yasin, kalau pohon ini ditebang ngawur, bisa jadi aset negara di sepanjang jalan di Kabupaten Pasuruan ludes. Fungsi perindang sudah tidak ada lagi.

“Yang jelas, ini pelanggaran hukum. Paling tidak penegak hukum tingkat polsek harus bertindak. Tidak usah nunggu ada laporan. Apalagi penebangan ini melibatkan oknum PU Bina Marga dan oknum dewan yang terhormat. Apapun alasannya kalau tidak disertai surat ijin yang sah, itu namanya mencuri,” papar Yasin.

Jika memang pihak polsek setempat menunggu laporan, Yasin mengaku siap untuk melaporkannya. Kata Yasin, oknum-oknum yang terlibat biar dilibas. Kalau tidak, aksi pencurian semacam ini akan terus terjadi dan bisa ke seluruh wilayah. “Kami akan laporkan ke polisi, biar oknum dewan yang mbekengi dan oknum PU yang nakal terungkap, ” tegas Yasin, pria berambut gondrong ini.

Oknum dewan yang sempat dikonfirmasi, awalnya  mengaku tidak tahu. Tapi setelah dicerca berbagai pertanyaan, akhirnya secara tersirat mengakui. Alasannya, orang yang menebang pohon itu termasuk orang tidak mampu. “Saya membantu, kasihan orang tidak mampu, ” ujar oknum dewan itu.

Sebelumnya, wartawan media ini konfirmasi ke oknum PU Bina Marga. Oknum ini mengatakan, kalau dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena pimpinannya dikontak oknum orang dewan tadi. Kayu hasil tebangan tadi kalau dijual bisa laku jutaan rupiah.

wartawan : sasmita

redaktur . : zaelani

 

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply