BeritaBirokrasiTerkini

Warga Rusunawa Tambakan, Kota Pasuruan Datangi Dewan, Wadul Listrik Mahal dan Air PDAM Tak Layak Minum

217Views

Siaranpublik.com, PASURUAN

Warga rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Tambakan di Kelurahan Tambakan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, datangi Kantor DPRD Kota Pasuruan, Selasa (18/09/2018). Kedatangan 6 orang perwakilan warga tersebut, diterima legislator Mukhammad Saifudin.

Warga penghuni rusunawa ini wadul soal pelayanan listrik dan air PDAM yang memberatkan. Selama dua tahun terakhir, warga membayar dengan beban listrik sebesar 1300 VA. Warga rusunawa yang rata-rata ekonomi rendah dengan berpenghasilan pas-pasan, sangat keberatan.

Yang diminta warga, adalah  tarif listrik  bersubsudi. Keberatan lainnya adalah, tarif dan pemakaian listrik yang tidak jelas. Yang berlaku di Rusunawa, tarikan uang listrik tidak disertai dengan bukti rekening.

“Kwitansi pembayaran tidak ada rinciannya. Tahu-tahu muncul angka rupiah yang harus dibayar.
Rata- rata setiap bulan, warga membayar Rp 120 000. Bayarnya hanya melalui UPT lewat token yang dijual UPT sendiri. Belinya pasca bayar, dijual ke penghuni prabayar, ” keluh Abdul Rokhman, Ketua RW 5, Kelurahan Tambakan.

Selain pelayanan listrik , masalah air PDAM juga di soal warga. Menurut Munir, Ketua RT 2, air PDAM tidak layak dikonsumsi untuk minum atau masak. Masalahnya, kualitasnya sangat buruk. Selain rasanya payau (sedikit asin), airnya juga licin. Untuk kebutuhan minum dan masak, warga membeli air isi ulang atau air kemasan. “Setiap bulan kami paling tidak menghabiskan 10 galon air isi ulang. Satu galon harganya sekitar Rp 5000,- sampai Ro 7000,-., ” keluh Munir.

Tambah Munir, usut punya usut, ternyata air PDAM yang disuplai ke Rusunawa adalah campuran antara air dari Umbulan dengan air bawah tanah. Pihak PDAM beralasan, bahwa air Umbulan tidak mencukupi untuk suplai air ke rusunawa.

Masalah tarif, warga mengaku tidak tahu harga setiap meter kubiknya dan klasifikasi golongan tarifnya. Setiap bulan warga membayar air rata-rata Rp 75.000,- .

Legeslator M. Saifudin, menampung seluruh keluhan warga rusunawa Tambakan. Dalam pertemuan yang penuh dengan keakraban dan rasa kekeluargaan, Saifudin berjanji untuk menyampaikan keluhan warga ke dinas terkait.

“Sebagai wakil panjenengan saya akan menyampaikan masalah ini ke dinas terkait dan mancari solusinya serta mengawalnya hingga tuntas, “kata Saifudin.

wartawan : mulyo p.

redaktur .   : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply