Terkini

Laporan LSM FORMAT Ditindak Lanjuti, Pol PP Propinsi Tertibkan Tambang Milik CV Dua Jaya dan 2 Lainnya

433Views

Siaranpublik.com, PASURUAN

Laporan pengaduan LSM FORMAT tentang sejumlah tambang sirtu (Galian C) ilegal di Kabupaten Pasuruan bagian timur, ditindak lanjuti. Sat PolPP Propinsi Jatim, Rabu (29/8/2018) turun lapangan, melakukan penertiban.

Sebelumnya Ketua Komisi IV DPRD Propinsi Jatim mendatangi Polresta Pasuruan. Kaitan dugaan tambang liar,  Ketua Komisi IV,  H. Edy Paripurna, minta agar Polresta tidak segan-segan mengambil tindakan tegas jika didapati tambang liar alias tambang bodong. Tambang yang tidak memiliki ijin-ijin lengkap sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Memang benar,  beberapa waktu kami mendatangi sekaligus menyurati Pol PP Propinsi,  Dinas ESDM Propinsi dan Dinas Perijinan Propinsi kaitan dengan tambabg liar yang masih beroperasi. Dalam surat kami,  dengan tegas kami minta kepada Pol PP Propinsi,  jika  memang tidak mampu menindak, serahkan atau laporkan saja tambang-tambang nakal itu ke polisi, ” tegas Ismail Maky, SE, MM.

Polisi, lanjut Maky, bisa Polres Pasuruan dan Polres Pasuruan Kota. Kalaupun kedua Polres tersebut tidak berani mengambil tindakan,  silahkan saja dilaporkan ke Polda Jatim. FORMAT akan mendampingi dan mengawal laporan tersebut.

Selama ini Pol PP Kabupaten Pasuruan maupun Propinsi yang hanya berpegangan pada Perda, seakan diremehkan ole para penambang. Makanya dengan ditegakkannya UU Minerba,  Pol PP bisa menyerahkan perkaranya ke pihak kepolisian.

Satpol PP Provinsi Jawa Timur, datang ke tambang yang ada di Kelurahan Gratitunon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Tim Pol PP ini ke  tiga lokasi tambang galian C di  Gratitunon tersebut.

Tambang tanah uruk itu, adalah  CV Dua Jaya. CV ini habis masa ijinnya Juli lalu. Sekarang masih dalam proses perpanjangan. Di lokasi Dua Jaya, petugas sempat minta dokumennya. Oleh orang kepercayaan CV Dua Jaya disodori surat rekomendasi dari pejabat Kabupaten Pasuruan.

Saat petugas tanya IUP, orang CV Dua Jaya mengarahkan ke Putu, nama pemiliknya. Lalu petugas bergeser ke dua tambang yang bersebelahan dengan CV Dua Jaya, yaitu milik H. Rofik dan satunya tidak diketahui nama pemiliknya. “Yang di dekatnya Dua Jaya itu milik H. Rofik sama milik inisialnya H, ” tukas Maky.

Lucu, orang-orang yang di lokasi tambabg mengaku tidak tahu. Kedua tambang ini juga tidak bisa menunjukkan dokumen ijinnya. “Hasil lapangan sudah jelas dan gamblang. Yaitu tidak satupun penambang yang punya ijin lengkap. Artinya, pelanggarannya sudah jelas. Maka itu, kami minta kepada Pol PP Propinsi untuk melaporkannya ke polisi,” ujar Maky.

Maky mengurai UU Minerba yang dilanggar para penambang. Di salah satu pasalnya,  penambang yang terbukti melanggar diberi sanksi kurungan penjara. Paling tidak lamanya  1 tahun dan denda uang minimal Rp 1 Milyar. (zaelani/fauzi)

 

 

 

siaranpublik
the authorsiaranpublik

Leave a Reply