Terkini

Wali Murid Kelas 3 B SDN Petamanan Resah, Ujug-ujug Liburkan Anaknya

363Views

Siaranpublik.com, PASURUAN

Puluhan wali murid kelas 3B SDN Petamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Senin (13/8/2018), menyampaikan unek-uneknya terkait proses belajar mengajar yang terganggu ulah salah satu murid Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Dialog dilangsungkan di salah satu ruang kelas SDN Petamanan.

Menurut beberapa wali murid, anak berinisial F  kerap meludahi, memukul, menendang dan menyobek buku teman- temannya. Kejadian terakhir, F melempar kaca kelas 3A hingga pecah berantakan.

Perilaku F ini meresahkan para wali murid. Mereka  khawatir, sewaktu-waktu akan terjadi apa-apa pada  anaknya. Perilaku F ini sebenarnya semenjak kelas satu lalu. Ketua paguyuban wali murid Yuni, mengatakan, akibat kejadian pelemparan kaca,  akhirnya semua wali murid minta pada pihak sekolah agar meliburkan murid kelas 3B untuk sementara waktu.

“Wali murid, tidak meminta harus mengeluarkan F. Tapi hendaknya sekolah menyediakan pendidik yang berkompenten bukan pendidik yang mengikuti diklat hanya 3 hari. Saya juga memiliki ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Dan saya bisa merasakannya dan saya selalu mendampingi anak saya, ” tegas Putriani Indriyani.

 

Kata Putriyani, sekolah boleh saja memerima ABK, tapi harus ada aturan yang jelas dan tegas. Tidak seperti yang terjadi pada  F ini. Ujuk – ujuk Kepala Sekolah waktu itu Endang Ganeva membawa F langsung masuk menjadi murid SDN Petamanan. “Anak saya dulu harus melalui tes untuk bisa masuk sekolah,” papar Putriyani.

Wali murid sepakat agar siswa F dibawah ke phsykolog dulu.  Hasil rekomendasinya bisa dijadikan rujukan. Apakah F tetap sekolah di SDN Patamanan atau harus pindah ke sekolah berkebutuhan khusus (SLB).

Kepala Bidang Pendidikan Dasar/ TK/ Paud Diknas Kota Pasuruan, Supriyadi, menjelaskan, menurut amanah UU No 20 tahun 2003, semua warga Indonesia mempunyai hak yang sama dalam pendidikan. Dan di Kota Pasuruan, program sekolah inklusi baru dicanangkan pada tahun 2017 kemarin.

Sekolah inklusi adalah sekolah reguler yang di dalamnya ada Anak Berkebutuhan Khusus dan anak yang tidak berkebutuhaan khusus. Ketika dicanangkan (2017), anak berkebutuhan kusus harus masuk ke sekolah baik negeri maupun swasta dan tidak boleh ditolak. Jika anak ini menurut tim ahli tidak bisa sekolah inklusi, maka harus disekolahkan ke PKLP.

Terkait dengan masalah yang muncul di SDN Petamanan, pihaknya akan mencari solusi terbaik. “Sebenarnya Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Pasuruan sudah menyiapkan tim penilai. Namun ini tidak dimamfaatkan oleh sekolah inklusi. Mungkin saja pihak sekolah tidak tahu itu, karena memang keberadaanya masih setahun yang lalu, ” terang Supriyadi.

Lanjut Supriyadi, untuk F, siswa SDN Petamanan, proses penerimaannya masuk SDN Petamanan terjadi 2 tahun yang lalu. Pada saat itu memang sifatnya masih pilot projek sekolah inklusi. Sehingga tidak ada tim penilai yang mengawasi dan mendampingi.

“Oleh karena itu, kami akan mengadakan MOU dengan Aria Setiyahati (Lembaga Pendidikan ABK), untuk tugas pendampingan ABK, “kata Supriyadi.

Supriyadi menambahkan, sekarang ini F sedang menjalani tes uji phsikolog. Dan hasilnya, akan diumumkan di depan wali murid. Dan besok, murid kelas 3 B harus masuk kelas lagi.

Wartawan : mulyo prabowo

Redaktur .  : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply