Terkini

Misteri Kelompok Manusia Cebol Pelarian Dari Argopuro (Banyuwangi), Kini Di Pegunungan Bedil, Lumbang (Pasuruan)

140Views

Siaranpublik.com, PASURUAN

Boleh percaya,  boleh tidak. Di Pegunungan Bedil Keronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, masih dihuni manusia cebol (Bhs Jawa: Cebol = kerdil). Manusia Cebol ini juga pernah ditemukan di kawasan Jember dan Banyuwangi.

Wong Cebol di Pegunungan Bedil ini, terakhir kali menampakkan diri pada tahun 90 an. Salah satu saksi mata yang melihat langsung wong Cebol tersebut adalah Mbah Saribu (70).

Mbah Saribu adalah pensiunan karyawan pabrik PT Inbritek di Desa Pleret,  Kecamatan Pohjentrek,  Pasuruan. Kini Mbah Saribu sehari-harinya buka warung kopi di ujung Jl Erlangga,  Kecmatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Mbah Saribu menggambarkan sosok makhluk tersebut. Wujudnya sama dengan manusia biasa. Hanya saja  ukurannya yang mini. Tingginya sekitar 50 cm. Meski demikian, posturnya proporsional. Perbandingan antara kepala, badan dan kaki seimbang. Ciri khasnya, ukuran tangannya lebih panjang. Jika berdiri, ujung jarinya sampai ke lutut.

“Mereka  manusia mini. Posturnya proporsional. Namun ukurannya mini. Hanya tanganya yang panjang hingga lutu,” jelas Mbah Saribu sembari seduh kopi yang dipesan pelanggannya.

Mbah Saribu menambahkan, orang kerdil ini memakai pakaian warna hitam. Bahannya dari kain. Dan hidup berkelompok atau bermasyarakat. Layaknya manusia biasa. Ketika muncul, terlihat jumlahnya sekitar 7 orang. Ada yang laki- laki dan perempuan.

Ada yang aneh dengan makhluk ini. Selain tubuhnya mini, pergerakannya tidak jalan. Mereka seperti meloncat di atas rerimbunan daun pisang (hutan pisang). Dan wajahnya selalu berpaling dari sudut pandang manusia biasa. Seolah, mereka tahu kalau ada yang mengamati.

Cerita manusia Cebol ini juga dibenarkan oleh sesepuh masyarakat sekitar. Yaitu Almarhum Mbah Sujono. Kata Mbah Sujono semasa hidupnya kepada Mbah Saribu,  manusia mini ini, asalnya dari Gunung Argopuro, Banyuwangi. Mereka hijrah ke sini, karena habitatnya rusak oleh tangan manusia. Mulai dulu jumlah mereka tidak banyak.

Apakah manusia Cebol ini makhluk abstrak (gaib ) atau manusia beneran ? Mbah Saribu menuturkan, sepertinya mereka adalah sisa manusia purba yang bertahan hidup. Hidup mereka bergantung dari alam. Mereka adalah kelompok manusia yang meninggalkan duniawi dan ahli tirakat. Jadilah mereka sekelompok.manusia sakti.

Bukti jika mereka makhluk sungguhan, bukannya tidak beralasan. Kata Mbah Saribu, mereka terlihat pada siang hari. Masih ada sinar matahari yang menyinarinya. “Sampai sekarang saya masih penasaran. Ingin rasanya menelusuri kembali, ” pungkas Mbah Saribu.

Wartawan : mulyo prabowo

Redaktur .  : zaelani

 

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply