Terkini

PORKOT Pasuruan Tak Punya Greget

330Views

Siaranpublik.com, PASURUAN

Pekan Olah Raga Kota (Porkot) Pasuruan Ke- 5 Tahun 2018 sudah berakhir dan resmi ditutup oleh Wakil Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, Sabtu (28/7/2018).

Selama satu pekan, para atlet sudah berjuang keras untuk menang dan juara.  Persaingan keras terjadi di setiap kelas pertadingan. Namun sportifitas dan fairplay tetap dijunjung tinggi.

Atlet- atlet muda Kota Pasuruan sudah menunjukan talentanya di setiap pertandingan. Hasilnya, bibit atlet di masing- masing cabang olah raga (cabor) bermunculan. Ini adalah aset daerah yang harus dikembangkan dan diperhatikan oleh pemerintah dan pihak terkait lainnya.

Wakil Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, dalam pidatonya mengatakan, atlet – atlet muda Kota Pasuruan telah berjuang menjadi yang terbaik untuk meraih prestasi puncak dibidang olahraga. Namun olahraga bagi generasi muda tidak hanya mencari prestasi. Tapi juga sebagai benteng dari pengaruh negatif narkoba.

“Porkot adalah arah bagi pembinaan generasi muda untuk berprestasi dibidang olahraga dan sebagai benteng untuk menangkal pengaruh negatif narkoba, ” kata
Teno.

Teno menambahkan, Porkot bukanlah akhir dari pembinaan olahraga bagi atlet- atlet muda bertalenta. Tapi perlu pengembangan dan pemantapan lebih lanjut dalam menatap event yang lebih besar lagi. Yaitu, Pekan Olah Raga Profinsi (Proprof) Jawa Timur, tahun 2019 akan datang.

Oleh karena itu, pemerintah akan meningkatkan sarana dan prasarana oleh raga, baik jumlah maupun kualitasnya.

Penyelenggaraan Porkot Pasuruan kali ini, sudah berjalan dengan baik. Komplain atau protes dari offisial maupun pelatih, nyaris tidak tampak. Kecelakaan dalam pertandingan, bisa diminimalisir dengan peralatan pertandingan yang lebih aman serta kesiagaan tim medis disetiap pertandingan. Dan semua pertandingan berjalan sesuai dengan jadwal waktu dan tempat yang sudah direncanakan.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pasuruan, sebagai penyelenggara Porkot, sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Namun belum sepenuhnya sempurna.

Masalah dan kekurangan masih ada. Diantaranya,  kesiapan kontingen yang belum maksimal. Dampaknya, ada beberapa kelas pertandingan yang tidak bisa dilaksanakan. Seperti cabor selam (dua kelas), cabor pencak silat (satu kelas), cabor tenis meja (satu kelas), cabor bola voly putri dan cabor sepak bola. Untuk kedua cabor terakhir ini (sepak bola dan bola voly putri), tetap dilaksanakan tapi tidak dihitung sebagai perolehan medali bagi kontingennya. Kelas pertandingan dari beberapa cabor yang dibatalkan tersebut, karena jumlah pesertanya kurang dari ketentuan KONI.

Masalah lainnya adalah, beberapa atlet mengeluhkan ijin dari sekolahannya yang ruwet dan berbelit. Padahal, sudah menunjukan surat rekomendasi dari induk cabor yang diikutinya. Seperti atlet- atlet yang bersekolah di SMAN 1 Kota Pasuruan. Mereka dipersulit oleh guru bimbingan dan konseling (BK), yang hanya memberi waktu libur saat pertandingan cabor yang diikutinya. Padahal, atlet butuh waktu latihan pemantapan dan waktu istirahat usai pertandingan.

Pantauan dari media ini, gereget dari gelaran Porkot ini masih kurang. Sebagian besar warga Kota Pasuruan tidak tahu kalau ada event 2 tahunan ini. Bahkan, dibeberapa pertandingan, penontonya sangat sedikit.

Hal ini diakui oleh Ketua Koni Kota Pasuruan, Dr. H.Sugeng Pradikto, M.Pd. Menurutnya, untuk menghadirkan banyak penonton di event olah raga, acaranya harus dikemas dengan profesional dan intertaint.

Untuk itu KONI melalui induk olahraga, akan mengadakan kejuaraan-kejuaraan per-cabang olah raga. Dan minimal kejuaraan tingkat profinsi (kejurprof), bahkan kejurnas.

Untuk mewujudkan Kota Pasuruan menjadi tujuan wisata berbasis olah raga, sesuai dengan tema di Porkot kali ini.

“Kita (KONI) melalui induk cabor akan menggelar kejurprov, bahkan kejurnas. Dengan kejuaraan sekelas ini, akan mendatangkan banyak peserta. Peserta ini otomatis menjadi tamu kita, yang akan menginap di hotel dan makan di warung-warung milik warga kota Pasuruan, ” jelentrehnya.

Wartawan : mulyo p.

Redaktur .  : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply