BeritaKriminal

Dua Begal Apes, Kepergok Curi Motor Digebuki Massa, Motor Dibakar Di Winongan

Berita, Hukum, Kriminalitas, Kriminal Jaman now, Buser Polres Pasuruan Kota, Penganiayaan masa, Babak Belur, Polda Jatim, Penegakan hukum

1.27KViews

Siaranpublik.com, PASURUAN

Begal kembali beraksi di wilayah hukum jajaran Polsek Winongan. Sudah ada empat kejadian di lokasi berbeda. Tidak satupun keempat aksi begal ini berhasil diungkap. Senin (25/6/2018) tadi terungkap setelah dua pelakunya tertangkap massa dan dihajar hingga babak belur.

Kejadiannya di toko Soen, agen mainan di Desa Bandaran, Kecamatan Winongan. Kabupaten Pasuruan,  sekira pukul 13.30. Tepatnya tidak jauh dari Kantor Polsek Winongan atau 200 meter dari TKP (Tempat Kejadian Perkara).  Korbannya suami istri umur sekitar 50 tahun yang hendak beli mainan di toko tersebut.

Setelah turun dari sepeda motor Honda  Beat, korban hendak masuk toko. Tidak dinyana, dari arah timur toko meluncur dua pemuda mengendrai motor protolan. Tepat di samping motor korban,  salah satu pelaku turun lalu mengambil motor. Tahu itu,  korban berbalik lalu memegangi motornya.

Tak pelak terjadi tarik menarik. Merasa tak mampu,  korban pun teriak maling. Spontan warga sekitar berlarian memberikan pertolongan. Pelaku tidak bisa kabur dan berhasil ditangkap. Kedua pelaku berpenampilan perlentw inipun dihajar massa hingga babak belur.

Kedua pemuda itu, ialah Zaenal usia 18 tahun dan Samsul  juga masih berumur 18 tahun. Kedua pelaku berasal dari Desa Plososari,  Kecamatan Grati. Beruntung, kedua pelaku berhasil diselamatkan petugas Polsek Winongan. Merasa belum puas, warga memabakar sepeda motor pelaku.

Motor protolan itu diseret ke pinggir sawah lalu disiram bensin dan dibakar. Sementarq motor korban dan korban dibawa ke mapolsek untuk dimintai keterangannya. Pelaju yang babak belur dilarikan ke Puskesmas untuk dimintakan perawatan. Dua jam lebih wartawan harus nunggu keterangan dari pihak petugas.

“Hanya minta nama korban saja dipersulit. Kita mau nanya langsung ke korbannya tidak boleh. Masak harus nunggu Kapolsek. Sedang Kapolsek sampai dua jam gak ngasih data. Sayq tidak habis pikir. Gitu kok gembar-gembor kalau wartawan adalah mitra,  ” keluh Ubet wartawan Radar Bromo yang diiyakan wartawan lainnya.

Wartawan : hasan

Redaktur . : zaelani

 

 

 

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply