PolitikUncategories

Fatwa Pilih Khofifah Fardu A’in Yang Berujung Ke Polda, Ditanggapi Keras Ketua Ipi Kab. Pasuruan

682Views

Siaranpublik.com, PASURUAN

Tidak semestinya dalam hal perbedaan pilihan dalam pilkada harus ke rana hukum. “Tidak semestinya dalam hal perbedaan pendapat dalam kacamata fiqih dibawa ke rana hukum yang mengacu pada Undang-Undang,  apalagi sampai dilaporkan ke pihak polisi,” tutur Gus Dullah dengan nada tertahan seakan menahan emosi.
Dikatakan Gus Dullah, ketika lapor polisi nantinya juga akan meminta pendapat dari pakar hukum agama.  Kalau sudah demikian, nantinya kembali lagi pada Kiai. “Kan lucu… Juga memalukan, ” tegasnya dengan mencibir.
Menurut Gus Dullah, tradisi Nahdliyin bila terjadi hal hal hilafiyah seperti ini bukan dibawa ke polisi,  tapi dibawa ke forum BAHTSUL MASAIL.  “Itu kebiasaan Kiai NU dan santri-santri NU,”  papar Gus Dullah dengan berkali-kali menarik napas panjang.
Pelaporan terkait masalah itu jelas tidak menaruh simpati masyarakat, justru  bisa merugikan cagub (Gus Ipul -Puti).  “Terus terang, masalah Kiai laporkan Kiai sepuh ke polisi Polda Jatim  sudah banyak yang menyayangkan, ” ungkapnya.
Diakui atau tidak,  pendukung GUSTI yang hengkang ke pasangan  Khofifah – Emil,  sekarang ini banyak.  Lanjut Gus Dullah,  adanya berita Kiai Kampung lapor ke Polda mengesankan ketakutan, yaitu takut kalah.
“Kami minta tolong wilayah Jwa Timur jangan dikacaukan seperti pilkada DKI dengan membawa  isu SARA. “Marilah kita menyikapi dengan dewasa, bila ada yang mengatakan atau mengeluarkan tausyiah fardlu ain lengkap dengan dalil, ya dibalas dengan dalil. Wong podo tuweke podo ngertine, podo iso dalile mosok gak paham ae,” tukas Dullah sembari meremas kertas yang ada digenggamannya.
Kalau DKI mudah dipancing dengan isu SARA,  tapi Jawa Timur yakin tidak mudah terpancing.  JATIM jangan samakan dengan DKI. “Jatim akeh Kiaine, akeh pondoke dan saya berharap Jatim  aman dalam menghadapi pilkada mendatang,” tutup Gus Dullah.
Bagaimana tanggapan Gus Fahrur selaku Ketua Kiai Kampung, yang juga Pimpinan Ponpes Canga’an,  Bangil, belum diperoleh konfirmasi. (zaelani)
Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply