Terkini

Ketua MPN Marah, Kayu Pelindung Jalan Milik Propinsi Diduga Dijual Kades Pohgading Rp 125 Juta

234Views

Siaranpublik.com

Pohon pelindung yang berdiri kokoh di sepanjang jalan propinsi Desa Pogading, Kecamatan Pasrepan, ludes ditebangi. Ironis, yang memotong ternyata bukan dari dinas yang berwenang, yaitu Dinas PU Bina Marga Propinsi maupun Pasuruan.

Ternyata, randu yang rata-rata berdiameter di atas 100 Cm ini ditebangi oleh Yudi,  Kades Pohgading. Dugaan kuat,  Kades berkonspirasi dengan Oknum BPD setempat. Ini terbukti dari kuitansi jual beli yang tertera Kades dan BPB.

Sesuai tanda bukti yang ada, puluhan kayu randu dengan panjang rata-rata  10 – 16 meter ini dijual kepada Muhasim, asal Lumbang. Harga total Rp 125 juta. Sementara penjualan itu baru dibayar Rp 20 Juta sebagai uang panjar.

“Kami minta kepada aparat penegak hukum (kepolisian dan kejaksaan) supaya temuan ini ditindak lanjuti. Kades menjual barang (kayu)  yang bukan miliknya. Karena pohon randu ini milik pemerintah propinsi. Bukan milik desa atau milik pribadi kades, ” terang H. Umar,  Ketua Umum Majelis Pers Nasional (MPN) sembari membeber bukti kuitansi jual beli dan kesepakatan bersama antara Kades dengan Muhasim.

Kata Umar, informasi awal kasus ini sudah ada yang melaporkan ke petugas Polsek Pasrepan. Ternyata, kasus ini tidak direspon hingga sekarang. Diakui Umar, soal kayu randu memang tergolong jenis kayu kampung yang tidak perlu harus pakai surat dari Perhutani atau Kehutanan.

Tapi yang menjadi persoalan utama, kayu tersebut sebagai pelindung. Maka itu kayu tersebut dilindungi oleh pemerintah. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi jika hendak menebang. Salah satunya, penebang harus ijin kepada pihak yang berwenang. Lalu, tiap tebang satu pohon harus ada pohon bibit pengganti minimal 10 pohon.

Jika ini dilanggar, lanjut Umar, maka si penjual atau penebang bisa dikenai hukuman atau denda. Semua ada di aturan pemerintah. Menanggapi masalah ini, Muhasim dihubungi via telepon tapi tidak diangkat meaki sudah nada panggil.

Sementara itu, Kades Pohgading, Yudi, yang dikontak melalui handphone-nya usai Sholat Jumat, juga tidak direspon. Nada panggil sudah masuk atau aktif, tapi Kades tidak mengangkatnya. (zaelani)

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply