BeritaKriminalTerkini

Satu Lagi Pelaku Sabu Asal Malang Diciduk Buser Sat Narkoba Polresta Pasuruan

Berita Hukum Dan Kriminalitas, Narkoba, Sabu-sabu, Satres Narkoba Polres Pasuruan Kota,Polda Jatim

569Views

Siaranpublik.com -Pasuruan,

Tersangka sabu atau narkotika asal Malang, kembali dibuat tidak berkutik oleh anggota Buser Sat Narkoba Polres Paauruan Kota. Setelah bulan kemarin 3 orang dibekuk,  kini ada satu lagi tersangka sabu bertekuk lutut.

Yaitu hasil pengembangan kasus sabu dengan tersangka M. Syalik, Buser Sat Narkoba Polres Pasuruan Kota, berhasil membekuk satu pelaku lagi. Yaitu, Nur Fadilah (32), pengangguran warga Jl. Laksamana Martadinata III B/18, RT 01/RW 02 Kelurahan Kotalama,  Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang.

Nur Fadilah yang sudah lama masuk DPO (Daftar Pencarian Orang)  ini dibekuk anggota Buser Sat Narkoba, di dalam rumah Dusun Segaran RT 04/RW 09, Kelurahan Kendal Payak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, pada Rabu (9/5/2018) sekira pukul 16.00 WIB.

Dari tangan tersangka disita sabu siap edar seberat 33.33 gram. Rinciannya,
1 bungkus plastik klip isi sabu dengan berat 21.06 gram,1 bungkus plastik klip isi sabu dengan berat 5.15 gram, 1 buah kotak rokok berisi 3 klip isi sabu 7.28 gram. Lalu,  7 potong sedotan, uang tunai sebesar Rp 1,4 juta, 1buah sendok kecil.

Kemudian, 1 buah alat timbang elektrik, 2 potong sedotan yang ujungnya dipotong runcing, 1 perangkat alat hisap sabu (bong), dan 1buah korek api  gas. “Penangkapan  terhadap Nur Fadilah bermula dari pengembangan tersangka M. Salik, ” jelas Kasat Narkoba Polres Pasuruan Kota, AKP M. L. Tadu, SH.

Ceritanya, dari pengakuhan M. Salik, petugas trrus melacak keberadaan Nur Fadilah. Tidak sia-sia, tim Buser Sat Narkoba yang ubek-ubek Kota Malang, akhirnya menemukan tempat persembunyiannya.

Nur Fadilah ditemukan di wilayah Kabupaten Malang. Yaitu, di Dusun Segaran,  Kelurahan Kendal Payak, Kecamatan Pakisaji. Di rumah itulah akhir dari sepak terjang bisnis haram Nur Fadilah. Dia digelandang petuas berikut barang buktinya ka Mako Polresta Pasuruan.

“Jangan coba-coba main sabu atau narkoba di Kota Pasuruan. Kita tidak main-main menumpas segala bentuk narkoba. Pokoknya narkoba di kota santri, tidak ada ampun,” tegas M. L. Tadu. Dikatakan Tadu, sampai sekarang sudah ada 4 tersangka sabu yang berasal dari luar kota. (zaelani)

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply