Birokrasi

100Views

Siaranpublik.com, Pasuruan

Remcana Tata Ruang dan Wilayah ( RTRW) Kota Pasuruan harus dirubah sebagai syarat mutlak untuk mempercepat pembangunan. Dengan dirubahnya RTRW, pembangunan jalur lingkar utara (JLU), bisa segera dituntaskan.

Begitu juga dengan efek jalan tol. Pintu keluar dan pintu masuk yang ada di kota ini harus kita maksimalkan potensi ekonominya.

“RTRW kota ini harus kita rubah dan kita sesuaikan dengan kondisi sosial dan ekonominya. Juga kita sesuaikan dengan Proyek Strategis Nasional yang ada di Pasuruan. Seperti Proyek SPAM Umbulan dan proyek jalan tol, ” papar Walikota Pasuruan, Drs, H. Setiyono, Msi, saat ditemui¬† di Kelurahan Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo.

Lanjut Setiyono, yang harus disiapkan juga skema yang baik, agar kota ini mampu menjadi tempat berinvestasi yang menjanjikan. Seperti Hotel Horison yang baru dibuka akhir pekan kemarin.

Pemiliknya berani berinvestasi di Kota Pasuruan. Tentunya pemiliknya mempunyai pertimbangan dan survei yang matang. Dengan berdirinya hotel berbintang ini diharapkan akan menular ke investor yang lain untuk berani berinvestasi di Kota Pasuruan,” kata Setiyono.

Pembangunan di Kota Pasuruan, tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Tapi juga harus didukung oleh kekuatan investasi. “Oleh karena itu, kita akan merubah RTRW. Salah satu tujuannya adalah untuk mampu menarik investor agar mau berinvestasi disini. Tentu harus didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai dan pelayanan perijinan yang cepat dan terpadu,” pungkasnya.

wartawan : mulyo

redaktur .  : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply